Well, besok Community Shield sebagai awal ISL 2010/2011 dengan mempertemukan juara ISL musim lalu, Arema FC (nama barunya Arema Indonesia)dengan juara Copa Indonesia, Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang.
But, ada yang tahu gak, sudah berapa tahun liga profesional sepakbola Indonesia???
Dulu dikenal istilah Piala Perserikatan. PSM Makassar, Persija Jakarta, Persib Bandung, PSMS Medan dan Persebaya Surabaya adalah alumninya. Tahun tahun berikutnya muncul Galatama untuk memperbaiki Piala Perserikatan. Gelora Putra Dewata Bali, Barito Putra adalah tim tim yg muncul. dan Galatama berakhir tahun 1993.
Tahun 1994/1995 adalah musim pertama untuk LIGA INDONESIA dengan Dunhill sebagai sponsor utama. Kompetisi ini betul betul mengalami dinamika yang luar biasa. sempat berhenti karena konsentrasi negara ini sedang konsen pada politik, dan akhirnya harus berhenti pada tahun 2008.
Tahun 2008 adalah awal dari Indonesian Super League (ISL) dan hingga sekarang masih eksis.
Berikut daftar juara Liga Indonesia dan ISL hingga taun ini
1994-95 Persib Bandung Petrokimia Putra
1995-96 Bandung Raya PSM Makassar
1996-97 Persebaya Surabaya Bandung Raya
1997-98 Kompetisi tak rampung
1998-99 PSIS Semarang Persebaya Surabaya
1999-00 PSM Makassar PKT Bontang
2001 Persija Jakarta PSM Makassar
2002 Petrokimia Putra Persita Tangerang
2003 Persik Kediri PSM Makassar
2004 Persebaya Surabaya PSM Makassar
2005 Persipura Jayapura Persija Jakarta
2006 Persik Kediri PSIS Semarang
2007 Sriwijaya FC PSMS Medan
2008-09 Persipura Jayapura Persiwa Wamena
2009-10 Arema Indonesia Persipura Jayapura
Semoga PSM Makassar bisa naik tahta lagi
EWAKO PSM Makassar!!!!
Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 September 2010
Rabu, 18 Agustus 2010
2 Pemain Naturalisasi (lagi)
2 pemain keturunan Indonesia kembali menyatakan minatnya berseragam Merah Putih!!!
2 pemain itu tak lain dan tak bukan adalah Irfan Bachdim dan Alessandro Trabucco. Berikut profil singkatnya:
1. Irfan Bachdim

Irfan Bachdim, dilahirkan dari seorang wanita Belanda yang bersuamikan Noval Bachdim, orang Indonesia asli. Pemain dengan tinggi 172 cm saat ini memperkuat klub SV Argon. Pemain ini melakukan debutnya di liga professional saat klubnya saat itu, FC Utrecht, bersua dengan VVV Venlo. Uniknya, pelatih VVV Venlo kala itu, Andre Wetzel, juga memiliki darah Indonesia. Saat itu, pemain bernomor punggung 42 tampil eksplosif di sektor sayap, padahal posisi aslinya adalah seorang gelandang tengah (kayak Tsubasa gitu). Galgenwaard Stadium bergemuruh saat pergerakan pemain ini membuahkan tendangan penalty untuk Utrecht. Namun sang eksekutor gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Sebelumnya, sebenarnya Irfan telah pernah datang ke Indonesia dan menyatakan keinginannya memperkuat Tim Garuda. Hal itu dibuktikannya dengan mengikuti seleksi di dua tim besar, Persib “maung” Bandung dan Persija “macan kemayoran” Jakarta. Tapi entah karena alas an apa, Irfan tak jadi memperkuat tim tersebut lalu kembali ke Belanda. Begitu pun dengan pengurusan naturalisasinya yang urung ia lakukan. Banyak kabar miring tersiar kala itu. Ada yang mengatakan bahwa Irfan tak ingin melepaskan kewarganegaraan Belandanya, ada juga yang mengatakan bahwa kualitas Irfan tak lebih baik dengan pemain local. Tapi, satu yang pasti. Irfan telah membuktikan kualitasnya di liga Belanda sana saat masih bermain di FC Utrecht. Sekarang, pemain SV Argon ini telah berada di Indonesia untuk membuktikan dirinya pada bangsanya, Indonesia. Dan pada pertandingan Garuda Merah VS Garuda Putih di Malang kemarin, Irfan telah menciptakan 2 gol untuk kemenangan Garuda Merah.
2. Alessandro Trabucco
Dari namanya, jelas sekali pemain ini adalah pemain Italia. Trus darimana darah Indonesia mengalir di tubuhnya??? Pada tanggal 25 Juli 1994, lahir seorang anak laki-laki dari rahim Gusti Ayu di Denpasar, Bali. Saat umur anak itu mencapai usia 5 tahun, orang tua dari anak tersebut membawa anak tersebut untuk tinggal di negeri Pisa. Itulah Alessandro Trabucco. Pemain yang bisa bermain sebagai left winger atau pun forward ini memperkuat Rimini Calcio FC. 2 kali terpilih sebagai The Best Player dan 3 kali menjadi top scorer. Dengan terang-terangan ia mengatakan sangat berminat bermain untuk Timnas Indonesia. Sekalipun ia masih harus melakukan banyak hal untuk tersebut. Pemain dengan tinggi 170 cm ini diisukan sedang menunggu negoisasi kemungkinan pindahnya pemain ini ke Cesena, tim promosi di Serie A. kita tunggu saja aksi pemain muda ini saat memperkuat Timnas negara ini, Indonesia. Sayang, penampilan singkatnya saat pertandingan amal Garuda Merah VS Garuda Putih belum menunjukkan performanya.
2 pemain itu tak lain dan tak bukan adalah Irfan Bachdim dan Alessandro Trabucco. Berikut profil singkatnya:
1. Irfan Bachdim

Irfan Bachdim, dilahirkan dari seorang wanita Belanda yang bersuamikan Noval Bachdim, orang Indonesia asli. Pemain dengan tinggi 172 cm saat ini memperkuat klub SV Argon. Pemain ini melakukan debutnya di liga professional saat klubnya saat itu, FC Utrecht, bersua dengan VVV Venlo. Uniknya, pelatih VVV Venlo kala itu, Andre Wetzel, juga memiliki darah Indonesia. Saat itu, pemain bernomor punggung 42 tampil eksplosif di sektor sayap, padahal posisi aslinya adalah seorang gelandang tengah (kayak Tsubasa gitu). Galgenwaard Stadium bergemuruh saat pergerakan pemain ini membuahkan tendangan penalty untuk Utrecht. Namun sang eksekutor gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Sebelumnya, sebenarnya Irfan telah pernah datang ke Indonesia dan menyatakan keinginannya memperkuat Tim Garuda. Hal itu dibuktikannya dengan mengikuti seleksi di dua tim besar, Persib “maung” Bandung dan Persija “macan kemayoran” Jakarta. Tapi entah karena alas an apa, Irfan tak jadi memperkuat tim tersebut lalu kembali ke Belanda. Begitu pun dengan pengurusan naturalisasinya yang urung ia lakukan. Banyak kabar miring tersiar kala itu. Ada yang mengatakan bahwa Irfan tak ingin melepaskan kewarganegaraan Belandanya, ada juga yang mengatakan bahwa kualitas Irfan tak lebih baik dengan pemain local. Tapi, satu yang pasti. Irfan telah membuktikan kualitasnya di liga Belanda sana saat masih bermain di FC Utrecht. Sekarang, pemain SV Argon ini telah berada di Indonesia untuk membuktikan dirinya pada bangsanya, Indonesia. Dan pada pertandingan Garuda Merah VS Garuda Putih di Malang kemarin, Irfan telah menciptakan 2 gol untuk kemenangan Garuda Merah.
2. Alessandro Trabucco
Dari namanya, jelas sekali pemain ini adalah pemain Italia. Trus darimana darah Indonesia mengalir di tubuhnya??? Pada tanggal 25 Juli 1994, lahir seorang anak laki-laki dari rahim Gusti Ayu di Denpasar, Bali. Saat umur anak itu mencapai usia 5 tahun, orang tua dari anak tersebut membawa anak tersebut untuk tinggal di negeri Pisa. Itulah Alessandro Trabucco. Pemain yang bisa bermain sebagai left winger atau pun forward ini memperkuat Rimini Calcio FC. 2 kali terpilih sebagai The Best Player dan 3 kali menjadi top scorer. Dengan terang-terangan ia mengatakan sangat berminat bermain untuk Timnas Indonesia. Sekalipun ia masih harus melakukan banyak hal untuk tersebut. Pemain dengan tinggi 170 cm ini diisukan sedang menunggu negoisasi kemungkinan pindahnya pemain ini ke Cesena, tim promosi di Serie A. kita tunggu saja aksi pemain muda ini saat memperkuat Timnas negara ini, Indonesia. Sayang, penampilan singkatnya saat pertandingan amal Garuda Merah VS Garuda Putih belum menunjukkan performanya.
Rabu, 28 Juli 2010
Lebih dekat dengan Calon Naturalisasi Pemain Indonesia:
PSSI bikin kebijaksanaan baru. menaturalisasi pemain berdarah Indonesia dari luar negeri (orang Indo gitu). Berikut beberapa diantaranya
1. Sergio Van Dijk

Lahir Assen, Belanda pada tanggal 6 Agustus 1982. Pemilik nama lengkap Serginho Van Dijk (ni pemain Indo-Belanda atw Indo-Brazil sih?) ini pernah menjadi top skorer A-League (Liga Australia) bersama Brisbane Roar. Usut punya usut, ternyata ibunda dari pemain ini nge-fans banget ma Serginho Chulapa (eks-Brazil). Karir penyerang ini pertama kali tertangkap kamera saat masih memperkuat klub junior FC Groningen tahun 1999. Setahun berikutnya, pemain dengan tinggi 1,85 m (masih kalah ma Markus Haris Maulana) ini masuk ke tim senior Tim Hijau. Sayang, selama 2 tahun di Groningen, pemain yang akrab disapa Sergio ini hanya menjaringkan 1 gol dari dua penampilannya. Tawaran kontrak dari Helmond Sport tak dia tolak. Sergio bergabung dengan tim ini dalam jangka waktu 2002 – 2005 dengan 13 gol dari 82 penampilan. Ketajamannya mulai dicium saat membela FC Emmen setahun berikutnya. Kurun waktu 2005 – 2008 Sergio mencetak 35 gol dari 95 pertandingan. Hal ini menarik scout dari Australia untuk meminangnya bermain di negeri kangguru. Dan akhirnya, tanggal 16 Juni 2008 Sergio resmi berbaju Brisbane Roar dengan durasi 2 tahun dan menjadi pemain Brisbane Roar pertama yang mencetak hatrick saat bersua Sidney FC tanggal 17 Januari 2009. Awal awal bergabung merupakan hal sulit bagi pemain yang hobi makan nasi goreng (ini asli orang Indonesia nih) ini. Bemain dalam 10 pertandingan, Sergio hanya mampu mencetak 1 gol dan 6 assist. Namun itu berubah pada musim berikutnya. Dengan 9 gol yang dibuatnya menjamin perpanjangan kontrak dari tim yg bermarkas di Brisbane ini. Musim berikutnya merupakan puncak karirnya. 16 gol torehannya melambungkan namanya sebagai Top Scorer A-League. Masuk tahun 2010, Sergio memutuskan bergabung dengan Adelaide United. Belum sempat melakukan debut dengan tim barunya ini, Sergio terbang ke Jakarta untuk mengurus statusnya sebagai pemain naturalisasi dengan harapan berbaju Merah Putih saat Indonesia bertempur di ajang Piala AFF di Jakarta dan Hanoi akhir tahun ini. Darah Indonesia memang mengalir melalui kakeknya yang berasal dari Maluku. Akankah kita melihat aksi pemain plontos ini membawa Indonesia Raya berkumandang lagi? Kita tunggu saja.
2. Kim Kurniawan

Pemain kelahiran 23 Maret 1990 ini merupakan Indo-Jerman. Darah Indonesia mengalir dari sang ayah, Petrus Kurniawan yang merupakan anak dari Kwee Hong Sing, pemain Persija Jakarta dan Timnas Indonesia pada tahun 1950-an. Diketahui pula bahwa nenek Kim berasal dari Bandung dan kakek berasal dari Kudus. Pemain dengan nama lengkap Kim Jeffrey Kurniawan ini memulai karir saat usianya masih sangan muda, 6 tahun dengan bergabung dengan tim Karlsruher SC. Lama bermain di tim ini membuatnya semakin tertantang untuk berprestasi di Bundesliga. Tapi cedera parah membuatnya harus absen cukup lama dan akhirnya menerima pinangan FC Heidelsheim sebagai pemain inti.
FC Heidelsheim adalah klub Verbandsliga Nordbaden (satu level di bawah divisi 3 Bundesliga). Pemain kelahiran Mühlacker, kota kecil dekat Stuttgart bisa bermain di posisi bek sayap maupun gelandang. Pemain yang telah mencetak 2 gol musim ini sedang berada di Jakarta untuk mengurus proses naturalisasi untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.
Tersiar kabar bahwa Kim akan bermain di Persema Malang (mungkin karena pelatih Persema saat ini dari Jerman). Bila Sergio bermain sebagai penyerang dan Kim bermain sebagai gelandang tengah, mungkinkah Indonesia akan kembali Berjaya seperti saat masih diperkuat Ramang? Kita tunggu saja Piala AFF akhir tahun ini.
3. Donovan Partosoebroto
Sedikit info untuk pemain muda ini. Pemain ini pernah memperkuat tim Ajax Amsterdam junior sebagai kiper utama. Ada pula info yang menyebutkan pemain yang satu ini adalah asisten pelatih U-13 untuk klub amatir Hoofddorp. Bisakah pemain ini menggantikan Markus “Barthez” Haris Maulana di bawah mistar gawang Garuda? Kita liat saja aksinya.
4. Jason Oost
Dari nama pemain ini tak tampak ada tanda bahwa pemain VVV Venlo ini memiliki darah Indonesia. Sangat sedikit info yg ditemukan ttg pemain yg satu ini. Semua ini akan terkuak saat pemain ini menjadi skuad Merah Putih di ajang Piala AFF Desember ini.
Sumber:
Id.wikipedia.com
http://www.goal.com
http://fans.bolanews.com/c/showthread.php?t=867&page=4
1. Sergio Van Dijk

Lahir Assen, Belanda pada tanggal 6 Agustus 1982. Pemilik nama lengkap Serginho Van Dijk (ni pemain Indo-Belanda atw Indo-Brazil sih?) ini pernah menjadi top skorer A-League (Liga Australia) bersama Brisbane Roar. Usut punya usut, ternyata ibunda dari pemain ini nge-fans banget ma Serginho Chulapa (eks-Brazil). Karir penyerang ini pertama kali tertangkap kamera saat masih memperkuat klub junior FC Groningen tahun 1999. Setahun berikutnya, pemain dengan tinggi 1,85 m (masih kalah ma Markus Haris Maulana) ini masuk ke tim senior Tim Hijau. Sayang, selama 2 tahun di Groningen, pemain yang akrab disapa Sergio ini hanya menjaringkan 1 gol dari dua penampilannya. Tawaran kontrak dari Helmond Sport tak dia tolak. Sergio bergabung dengan tim ini dalam jangka waktu 2002 – 2005 dengan 13 gol dari 82 penampilan. Ketajamannya mulai dicium saat membela FC Emmen setahun berikutnya. Kurun waktu 2005 – 2008 Sergio mencetak 35 gol dari 95 pertandingan. Hal ini menarik scout dari Australia untuk meminangnya bermain di negeri kangguru. Dan akhirnya, tanggal 16 Juni 2008 Sergio resmi berbaju Brisbane Roar dengan durasi 2 tahun dan menjadi pemain Brisbane Roar pertama yang mencetak hatrick saat bersua Sidney FC tanggal 17 Januari 2009. Awal awal bergabung merupakan hal sulit bagi pemain yang hobi makan nasi goreng (ini asli orang Indonesia nih) ini. Bemain dalam 10 pertandingan, Sergio hanya mampu mencetak 1 gol dan 6 assist. Namun itu berubah pada musim berikutnya. Dengan 9 gol yang dibuatnya menjamin perpanjangan kontrak dari tim yg bermarkas di Brisbane ini. Musim berikutnya merupakan puncak karirnya. 16 gol torehannya melambungkan namanya sebagai Top Scorer A-League. Masuk tahun 2010, Sergio memutuskan bergabung dengan Adelaide United. Belum sempat melakukan debut dengan tim barunya ini, Sergio terbang ke Jakarta untuk mengurus statusnya sebagai pemain naturalisasi dengan harapan berbaju Merah Putih saat Indonesia bertempur di ajang Piala AFF di Jakarta dan Hanoi akhir tahun ini. Darah Indonesia memang mengalir melalui kakeknya yang berasal dari Maluku. Akankah kita melihat aksi pemain plontos ini membawa Indonesia Raya berkumandang lagi? Kita tunggu saja.
2. Kim Kurniawan

Pemain kelahiran 23 Maret 1990 ini merupakan Indo-Jerman. Darah Indonesia mengalir dari sang ayah, Petrus Kurniawan yang merupakan anak dari Kwee Hong Sing, pemain Persija Jakarta dan Timnas Indonesia pada tahun 1950-an. Diketahui pula bahwa nenek Kim berasal dari Bandung dan kakek berasal dari Kudus. Pemain dengan nama lengkap Kim Jeffrey Kurniawan ini memulai karir saat usianya masih sangan muda, 6 tahun dengan bergabung dengan tim Karlsruher SC. Lama bermain di tim ini membuatnya semakin tertantang untuk berprestasi di Bundesliga. Tapi cedera parah membuatnya harus absen cukup lama dan akhirnya menerima pinangan FC Heidelsheim sebagai pemain inti.
FC Heidelsheim adalah klub Verbandsliga Nordbaden (satu level di bawah divisi 3 Bundesliga). Pemain kelahiran Mühlacker, kota kecil dekat Stuttgart bisa bermain di posisi bek sayap maupun gelandang. Pemain yang telah mencetak 2 gol musim ini sedang berada di Jakarta untuk mengurus proses naturalisasi untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.
Tersiar kabar bahwa Kim akan bermain di Persema Malang (mungkin karena pelatih Persema saat ini dari Jerman). Bila Sergio bermain sebagai penyerang dan Kim bermain sebagai gelandang tengah, mungkinkah Indonesia akan kembali Berjaya seperti saat masih diperkuat Ramang? Kita tunggu saja Piala AFF akhir tahun ini.3. Donovan Partosoebroto
Sedikit info untuk pemain muda ini. Pemain ini pernah memperkuat tim Ajax Amsterdam junior sebagai kiper utama. Ada pula info yang menyebutkan pemain yang satu ini adalah asisten pelatih U-13 untuk klub amatir Hoofddorp. Bisakah pemain ini menggantikan Markus “Barthez” Haris Maulana di bawah mistar gawang Garuda? Kita liat saja aksinya.
4. Jason Oost
Dari nama pemain ini tak tampak ada tanda bahwa pemain VVV Venlo ini memiliki darah Indonesia. Sangat sedikit info yg ditemukan ttg pemain yg satu ini. Semua ini akan terkuak saat pemain ini menjadi skuad Merah Putih di ajang Piala AFF Desember ini.
Sumber:
Id.wikipedia.com
http://www.goal.com
http://fans.bolanews.com/c/showthread.php?t=867&page=4
Langganan:
Postingan (Atom)
