Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label tulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

Muadzin di Ketinggian 2830 mdpl


Hmm, pada postingan kali ini, saya akan bahas sekelumit pengalaman saat mendaki Gunung Bawakaraeng. Yup, gunung dengan ketinggian sekitar 2830 mdpl ini memang menantang untuk didaki. Ingat, didaki. Bukan di daki. Klo di daki, husss, sana mandi dulu :P
Tanggal 2 Mei 2014, rombongan kami yg berjumlah 10 orang tiba di gerbang pendakian sekitar jam 10 malam. Parkir motor dan bercakap cakap sejenak dengan beberapa warga lalu cusss lah kami skitar setengah 10 malam. Target kami adalah pos 5. Kami menargetkan camp disana. Maka kami pun terus berjalan. Namun, karena beberapa orang dari kelompok kami adalah peserta dadakan, termasuk saya, maka sering kali kami “break” di tengah jalan. Jalan yang sudah mulai mendaki sejak gerbang membuat kami sangat gampang untuk break. Tidak hanya itu, beberapa kali saya harus menggunakan tangan untuk menggapai pijakan berikutnya. Ditambah dengan suasana malam membuat kami tak bisa menikmati pemandangan yang ada. Lengkap sudah suasana mencekam malam itu. Kami pun tiba tepat sesaat sebelum hujan di pos 5 sekitar jam 2 dinihari. Mendirikan tenda di tengah gerimis lalu tepar sekitar jam setengah 3.

Kami terbangun sekitar pukul setengah 6 lalu mendirikan sholat shubuh berjamaah. Karena ruang terbatas, kami membagi menjadi dua kloter. Selanjutnya adalah agenda sarapan berupa lontong yang telah kami siapkan dari Makassar. Sebagian mempersiapkan makanan sebagian lagi mengambil air tak jauh dari pos 5. Saya pun dapat jatah mengupas bawang untuk dijadikan teman makanan. Mantap!!! Sekitar jam 8 kami mulai packing kembali lalu menuju pos 6 pada jam 9. Disini perjalanan semakin menantang. Batuan beku yang membulat membuat tapak kaki harus lebih kuat menapak. Tangan pun mulai sering memegang batuan untuk membantu tubuh. Saat pendakian, kecelakaan pun hadir. Saya yang hanya menggunakan day-pack terpaksa hanya menggantungkannya pada bahu kiri karena pada bagian kanannya putus. Walhasil saya selalu berada di belakang dan sering meminta break. Saat break, sering kami melihat pemandangan yang luar biasa indahnya lalu mengabadikannya dalam jepretan mata lensa kamera. Sampai di pos 6, medan batuan beku tadi berubah menjadi tanah lembap berseling akar pohon dengan kemiringan yang luar biasa. Saat perjalanan ke pos 7, sering kali kami berpapasan dengan para pendaki lain entah naik atau pun turun. Saling sapa, saling mengingatkan dan saling berbagi menambah kesan saat pendakian. Luar biasa. Saya berharap sikap ini tidak hanya ada pada para pendaki di gunung tapi juga pada semua elemen lapisan masyarakat dimanapun berada. Semoga…

Sempai di pos 7 sekitar jam setengah 12 siang. Pemandangan indah dari puncak yang terletak tak jauh dari pos 7 tak disia siakan untuk berfoto dan istirahat. Snack dibuka dan kamera dikeluarkan. Disini saya mengeluarkan scraf andalanku, yakni scraf orange dari Pendakian Kawasan Selatan 2011 kemarin ^^. Scraf itu kupakai untuk menyambung tali punggung daypack-ku yang putus. Dan entah mengapa saya tertidur disitu. Cukup pulas…

Perjalanan dilanjutkan sekitar jam setengah 1 siang. Pos 7 ke pos 8 merupakan jalur terpanjang dan jalur yang penuh tanjakan dan turunan. Betul betul petualangan. Disini salah seorang dari rombongan kami mengalami keram otot sehingga kami break cukup lama. Beruntung salah seorang pendaki lain singgah dan memijit sehingga perjalanan dilanjutkan. Pos 8 dicapai pada jam setengah 3 siang. Di luar dugaan karena kami menduga mencapai pos ini sekitar maghrib. Lalu pasang tenda makan dan sholat dilaksanakan. Sebuah sungai membelah gunung ini menambah sensasi dingin di pos ini. Banyak pula pendaki camp disini. Target kami adalah sekitar jam 3 shubuh kami berjalan menuju puncak. Kami mengincar sunrise di puncak. Tapi kami memang tukang tidur, sehingga kami baru berangkat sekitar jam setengah 4. Disini, entah mengapa beberapa anggota kami mulai bingung alias pusing. Kami rehat sejenak di pos 9 dalam rangka mencari sumber air sekaligus menghilangkan pusing itu. Kami bertemu beberapa pendaki yang camp disini. Beliau menunjukkan sumber air yang ternyata kami temukan setelah kami turun nantinya. Jadi kami terus berjalan menuju pos 10. Di perjalanan ini kami mendengar suara azan, melihat kunang kunang lampu kota Makassar dan gowa dan juga melihat bunga keabadian, edelweiss. Kami tidak singgah di pos 10 tapi terus hingga ke puncak. Kami menggapai puncak jam 5 lewat sedikit. Disini peristiwa itu terjadi, saya diminta mengumandangkan azan shubuh di ketinggian 2830 mdpl. Disaksikan alam, saya pun mengumandangkan azan lalu sholat shubuh. Setelah itu, agenda foto foto pun berlanjut. Beberapa spot penting berhasil direkam. Snack dikeluarkan. Lalu saling berbagi dengan pendaki. Puncak begitu ramai pagi itu. Kami turun ke pos 8 sekitar jam setengah 8. Kami memang menyimpan hampe1 sebagian besar barang kami di pos 8. Disini, saya dipersilahkan menjadi pemimpin alias terdepan dalam rombongan. Ada kesan tersendiri saat turun dari pos 10 ke pos 8. Kami berdiam sejenak di pos 8 lalu bergerak sekitar jam 11 menuju gerbang. Karena menurun jadi perjalanan sangat cepat. Kami mencapai pos 3 untuk sholat sekitar jam setengah 4 dan mencapai gerbang sekitar jam 5. Cukup demikian pengalaman kali ini. Semoga berkesan di benak pembaca dan cobalah untuk mendaki. okokok 

No pict = Hoax???
klik aja ini, ini, itu dan ini

Selasa, 29 April 2014

Artikel ttg Standard Zones and Polarity Zones

Hmm, suatu siang yang lumayan cerah. terima pesan BBM dari Kanda Edi. Minta diartikan ke Bahasa Indonesia. Ini English-nya:

the zones fall into two categories in my opinion; standard and polarity. a standard zone is just when you identify an area of buying interest and when it is rested buyers are expected to appear. polarity is, for example when you identify an area of selling interest but when rested the sellers fail and it turns into an area of buying interest. the example above is showing both standard and polarity zones.

you can consider that a standard zone because you identify an area of buying interest and when it is tested, buyers are expected to appear.

polarity zones

as stated above, this is pretty much when a standard zone turns into the opposite of what it was intended to do. when you identify an area of sellers, but buyers break through it and on the re-test it finds support.. that is a polarity zones. the only thing to remember about these is that for it to be a polarity zone, it has to have a succesful re-test on the opposing side. otherwise either your zone isn't valid or there just isn't a solid direction in the instrument you are trading.

standard zones

a standard zone is completely identify by what direction price goes after the consolidation, the direction before hand is not to important. it really is a very simple concept so i wont drag on and on about it, instead lets just look at some example and talk about it. if you have any question, ask in the comment section and i will add the answer to the application section.

kuartikan ke Bahasa Indonesia:


zona terbagi dalam dua kategori menurut pendapat saya; standar dan polaritas . zona standar hanya ketika Anda mengidentifikasi area minat untuk membeli dan ketika -rested- (beristirahat ?), pembeli diharapkan muncul. polaritas , misalnya ketika Anda mengidentifikasi area minat untuk menjual tapi ketika -rested- (beristirahat ?) penjual batal dan berubah menjadi area minat untuk membeli . contoh di atas menunjukkan kedua zona itu: standar dan polaritas.
Anda dapat mempertimbangkan itu adalah zona standar karena Anda mengidentifikasi area minat untuk membeli dan ketika diuji, pembeli yang diharapkan pun muncul .
zona polaritas

sebagaimana dinyatakan di atas, ini cukup banyak ketika zona standar berubah menjadi kebalikan dari apa yang dimaksudkan untuk dilakukan. ketika Anda mengidentifikasi area penjual, tapi pembeli masuk dan -re-test- (dites kembali ?) pembeli menemukan dukungan. .. itulah zona polaritas. satu-satunya hal yang perlu diingat tentang ini adalah bahwa untuk menjadi zona polaritas, ia harus memiliki hasil tes ulang yang sukses di sisi kebalikannya. Sebaliknya, maka zona Anda itu tidak valid atau tidak ada arah yang solid dalam instrumen Anda perjualbelikan.

zona standar

zona standar mengidentifikasi sebetulnya ke arah mana harga bergerak setelah adanya konsolidasi, arah sebelum -hand- (tangan ?) ini tidak penting. sungguh ini adalah konsep yang sangat sederhana sehingga saya tidak tertarik pada hal itu dan tentang hal itu, malahan hanya dengan melihat beberapa contoh dan bahas tentang hal itu. jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan di bagian komentar dan saya akan menambahkan jawaban di bagian aplikasi .

Ngerti khan? artikel mengenai konsep dasar dari sesuatu. apa itu? mungkin Anda sudah dapat menebaknya.

Satu yang luar biasa. Jiwa pembelajar itu adalah suatu hal yang sangat mutlak dimiliki oleh seseorang. Karena dengan belajar, hidup akan jauh lebih indah dan tujuan akan menjadi riil depan mata.

Tak percaya? Cobalah...

Kamis, 24 April 2014

Testimoni tentang KIR Smunel Makassar

Naaahhhhh, postinganku kali ini tentang apa yaa? hmm, yup mau bahas tentang KIR Smunel. apa itu KIR? Karya Ilmiah Remaja. Apa itu Smunel? SMA Neg. 5 Makassar. kenapa ada huruf "U" di "Smunel" na tidak ada di kepanjangannya huruf "U"? banyak na tanya na anne e. baca mi dulu lah.

Kali ini lagi mau kasih testimoni tentang KIR di Smunel. Konon kabarnya sudah menghilang di bumi Smunel. Kasihan kasihan kasihan (ala Upin Ipin). Jadi, baca sendiri yaa:

Saat pertama kali mendengar istilah KIR di Smunel, yang ada di kepalaku itu adalah mata pelajaran Keterampilan ilmu Rumahtangga, hahaha. Itu nama mata pelajaran waktu saya masih duduk di bangku SMP, disingkat KIR. Saat mengetahui apa itu KIR yang dimaksud di Smunel, terpetik keinginan kuat untuk ikut serta kegiatan KIR di Pinrang. Maka saat pendaftaran dibuka, saya ikut mendaftar. Ikut tes seleksi yang betul betul menggunakan kreativitas, dapat ditebak hasilnya: tidak lulus. Yup, dari 5 orang siswa berjenis kelamin laki laki di kelas, ada dua yang tidak lulus salah satunya saya. Mungkin pikiranku terlalu “lurus” jadi tidak bisa memunculkan kreativitas atau “lintasan pemikiran”, istilah yang kudapat dari pembina KIR saat mengajar matematika. Namun ternyata, Allah punya rencana indah pada hamba-Nya. Gagal ikut KIR ke Pinrang, saya malah berangkat ke KKIR tingkat nasional di salah satu pondok pesantren di Tulungagung pada tahun yang sama mewakili Smunel.

Ya, inilah salah satu hal yang membuat KIR begitu menarik. Hal yang pertama dibentuk ada: SENSITIVITAS. Saat ini, manusia seringkali kehilangan rasa sensitif pada lingkungan. Dengan KIR, para siswa dituntut dan dimotivasi untuk menimbulkan rasa sensitif itu dengan sebuah ungkapan: “MENCARI MASALAH”. Setelah itu apa lagi? Ya, KREATIVITAS. Para siswa akan mengeluarkan semua ide dan akan mengolah apa yang dimiliki untuk menemukan sebuah solusi dari masalah yang ada. Bukankah masyarakat butuh solusi dari masalah yang ada? Maka para siswa yang telah membuat suatu karya ilmiah akan memproses solusi tersebut. Hanya itu? Tidak! Masih ada lagi. KERANGKA BERPIKIR ILMIAH. Ini yang menjadi dasar dalam bertindak. Jujur, hal ini yang sebenarnya mendewasakan seorang siswa. Dari cara berpikirnya. Sehingga tidak ada lagi asumsi menjadi kesimpulan tanpa ada proses berpikir ilmiah sebelumnya. Sebenarnya ada satu lagi yang didapatkan dari KIR, tapi saya yakin siapa pun pasti tahu itu: KERJASAMA. Seseorang tak akan bisa melarung ke dunia ilmiah seorang diri tanpa adanya budaya diskusi dengan rekan lainnya.

Mungkin ada yang berpikir, KIR di Smunel itu kaku. kujawab dengan tegas: tidak!!! santai namun tetap serius. kejahilan dan "calla" adalah hal yang membuat dunia ini terasa dinamis. "Ja'dala dan calla" justru membuat sensitivitas, kreativitas, berpikir ilmiah dan kerjasama muncul. tidak percaya? silakan coba sendiri.

Sayang sekali jika KIR harus tenggelam oleh arus waktu di lautan bernama Smunel. Saya pernah dapat informasi bahwa KIR pernah masuk jadi mata pelajaran kelas 3. Padahal, disini siswa dilatih untuk menyelesaikan masalah dengan rasa sensitive, kreativitas dan pola berpikir ilmiah yang dimiliki. Parahnya, hal ini justru dianggap hal yang aneh bagi beberapa siswa yang kritis pada sistem pendidikan namun apatis pada diri sendiri.

Cukup demikian dari saya. Mungkin terlalu panjang. Yang jelas, KIR itu sangat bermanfaat bagi siswa. Kelak di bangku kuliah, mereka akan mendapatkan mata kuliah yang lumayan mirip: metode penelitian yang menjadi dasar untuk penelitan mereka.

Terima kasih

Kamis, 03 April 2014

My First Interview Examination


Pada suatu sore yang cukup membuat penat, akhirnya kumenemukan modem untuk mengoneksikan diri dengan internet, hehehe. Ok, seperti biasanya yang berurutan kubuka adalah email, epaper Tribun Timur, facebook dan twitter. Pada saat itu, tidak ada yang menarik di inbox email. Kususuri ke bawah, nampak ada sebuah email yang telah terbuka namun belum kubaca. Ternyata sudah dibuka oleh teman yang pakai emailku juga. Dan isinya: Invitation Letter to Interview Examination dari salah satu kampus luar negeri yang kudaftari.

Alhamdulillah, berkas yang kukirim dengan susah payah dan dengan perjuangan penuh diterima dan dipanggil untuk melanjutkan ke seleksi berikutnya: wawancara. Saat menerima info itu, sebenarnya saya juga sedang mengumpulkan berkas untuk mendaftar program magister di salah satu kampus dalam negeri. Akhirnya waktu untuk fokus persiapkan wawancara hanya sekitar 5 hari. Kuulang: 5 hari. Walaaahhhh….

Langkah pertama adalah mencari referensi di internet. Alhamdulillah dapat beberapa mengenai wawancara untuk beasiswa ke Turki dan Australia. Ok, kususun ulang pertanyaannya lalu kujawab sendiri. Setelah itu kukonsultasikan dengan dua orang dosen dan seorang teman. Dan akhirnya tiba juga di H-1.

Hari itu kurencanakan untuk berangkat ke Jakarta. Sebelumnya telah kuhubungi salah seorang senior yang juga lulus sampai tes wawancara ini. Beliau memutuskan untuk nginap di rumah kawannya di Bekasi. Dan saya memutuskan untuk numpang di kosan dua orang junior yang kebetulan lagi KP di Jakarta. Ditemani Bapak yang kebetulan juga punya urusan di Bandung, meluncurlah kami berdua. Sejak satu pekan sebelum hari-H, banyak teman yang mengatakan bahwa diriku terlihat tegang, stress dan lain lain. Dan ternyata itu masih berlaku sampai kami tiba di kosan juniorku itu.

Tiba di hari-H. Ditemani oleh dua orang juniorku tersebut, sampai lah kami di TKP wawancara itu. Seniorku sudah menungguku. Sedikit berbincang tentang wawancara yang sebentar lagi kami hadapi. Lalu, waktu telah menunjukkan jadwal dari seniorku tadi. Masuklah beliau. Tak lama, beliau keluar. “Lha, cepat ji di’” terlintas di benakku. Waktuku masih ada lebih dua jam. Kuserang beliau dengan pertanyaan: “apa yang ditanyakan tadi, k'?”. Beliau bercerita sedikit tentang prosesnya. Seniorku menyarankan agar masuk ke ruangan. Akhirnya diriku mematung di luar ruang tunggu akibat tegang dan gugup yang kembali menghampiri. Ok, berdiri sambil menghabiskan jatah tilawah di ODOJ-ku untuk menenangkan diri. Tepat sesaat setelah selesai, muncul seorang bule dengan penampakan yang tinggi besar dibelakangku. Kukenali beliau dari website kampus tersebut, beliau lah yang akan mewawancaraiku hari ini, sang ketua program studi.

Maka terjadilah percakapan menggunakan Bahasa Inggris tersebut. Beliau menanyakan apakah saya salah satu dari peserta wawancara. Kujawab iya, beliau hanya tersenyum lalu mengatakan mengatakan mengapa tidak menunggu di ruangan. Saya pun tertawa dan beliau pun ikut tertawa. Disini, saya merasakan semuanya akan lancar saja. Pertama kujelaskan padanya bahwa di jadwalku masih ada lebih dari dua jam lagi, lalu kuserahkan invitation letter tersebut. Beliau hanya menjawab tidak masalah lalu memulai tanya jawab antara saya (F) dan beliau (P):
P:  Betul kamu sekarang nganggur?
F:  (Deh, sensitifnya ini pertanyaan, gugup dan tegang akhirnya hadir kembali) betul, prof.
P:  Terus selama ini ngapain?
F:  Belajar English, geofisika dan geologi sendiri di rumah (cieeee :D )
P:  hmm, bagus. Terus apa ada alumni dari kampus kamu yang jadi mahasiswa kami?
F: (yang kutangkap, dapat info dari mana? Jadi kujawab:) dari website
P:  bukan (beliau mengulang pertanyaan yang sama)
F:  (masih menganggap pertanyaan yang tadi) oh, yang tadi masuk itu, senior saya prof. dari beliau saya dapat info.
P:  bukan itu maksud saya, (beliau mengulang pertanyaan yang sama)
F:  (mulai mencerna apa yang beliau sampaikan) oh, tidak ada prof. (gugup dan tegang mulai memuncak)
P: ok, betul kamu belum punya nilai toefl?
F: iya, prof. tapi saya telah mengikuti tes dan hasilnya itu 400… (saya ingin menyebut nilaiku yang 4xx, tapi karena gugup jadinya yang keluar hanya four hundred and…) maaf, saya lupa. Apakah Anda mau melihat skornya?
P:  boleh
F:  Ini, prof (sambil kuserahkan lembar skorku)
P:  bagus, ini sangat bagus
F:  tapi bukankah itu di bawah dari standard yang Anda tuliskan di website?
P:  tidak masalah. Ini sangat bagus, tapi akan sangat bagus lagi jika kamu meningkatkannya.
Setelah itu beliau menuliskan nilai toefl-ku pada sebuah lembar. Lalu mengucapkan kata kata yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya, tidak pernah kupelajari di referensi yang kutemukan di internet dan dari orang orang yang telah kuminta pendapat dan saran sebelumnya.
P:  Silakan kamu bertanya apa saja..
F:  (mangap… hah! Jenis wawancara apa ini) prof, Anda serius?
P:  ya, silakan. Sudah baca program dan matakuliahnya di website khan?
F:  iya, prof. hmm, ok, saya bertanya apa bisa menyelesaikan proyek di Indonesia? (niru dari seniorku tadi)
P:  apa yang kamu maksud dengan “proyek”?
F:  tesis, prof
P:  bukan, kamu akan membuat paper. Ini hanya dilakukan di kampus. Tapi kamu bisa pakai data dari seluruh dunia.
F:  oh, saya harap juga seperti itu (disini ketegangan mulai mencair)
Selanjutnya saya menyerangnya dengan banyak pertanyaan, tentang matakuliahnya, tentang beasiswanya, tentang proses perkuliahannya, tentang lapangan. Jelas dalam bingkai geofisika dan geologi. Semuanya begitu lancar, dibumbui dengan tawa dan canda. Dan beliau pun terlihat menikmati percakapan kami.
P:  baik, hanya akan ada 5 mahasiswa dari 20 mahasiswa yang diterima akan mendapatkan beasiswa penuh dari kami. Silakan menunggu sekitar 2 pekan lagi. Semuanya akan kami hubungi via email. Jadi jangan takut tidak menerimanya. Semoga sukses.
Itulah kalimat terakhir dari beliau, lalu mengantarku keluar dari ruangan. Kujabat tangan beliau lalu kembali ke senior dan juniorku tadi dengan senyum mengembang. Total ada hampir 20an menit di dalam. Saat optimismeku meninggi, seniorku bilang: tadi itu, ada alumni ITB ada alumni UPN ada juga yang sudah kerja bertahun tahun. Waduh…

Sukses sajalah…

1 April 2014M/  1 Jum Akhir 1435H
Di bawah kolong langit Paris van Java
Saat aliran untuk menulis cukup kuat

Kamis, 20 Maret 2014

Afwan, Maaf, Sorry....


Maaf, afwan baru sempat ng-blog lagi. selama ini lagi sibuk di dunia nyata, hehehe. semoga kerja kerja nyata punya maanfaat bagi agama, bangsa dan negara.

Huaaaaa, ternyata blog ini g pernah terisi selama 2 tahun. kuulang 2 tahun! yaa sudah. curhat dikit boleh? nah, kemarin tuh sempat buka buka tulisan yg tersimpan nah, kali ini nemu tulisan tentang pergerakan mahasiswa bertanggal 31 Mei 2011. Waktu itu kayaknya saya bergelut dengan gunungapi & geothermal, mekanika, termodinamika dan sejenisnya serta masih aktif di himpunan, aqsho dan kammi. yup, monggo dibaca saja yaa

Sebuah Wacana Akan Solusi Riil

Entah harus kumulai dari mana. Tapi mungkin dari titik ini saja. Bahwa mahasiswa adalah penghubung antara pihak atas dan pihak bawah, Antara pemilik hak pembuat kebijakan dan rakyat sebagai objek dari kebijakan tersebut.

Berangkat dari titik inilah tampak arti penting dari sesosok mahasiswa. Mahasiswa bukan hanya orang orang yang memiliki kartu mahasiswa. Tapi memiliki sesuatu yang dapat mencitrakan bangsa ini kelak.

Terlalu banyak hal yang menjadi masalah dari bangsa ini. Dan seorang mahasiswa dituntut mampu untuk memimpin bangsa ini keluar dari keterpurukan tersebut. Namun, justru terkadang mahasiswa sendiri yang menambah masalah itu.

Kini, mahasiswa terlalu banyak berwacana tentang isu isu yang berkembang. Tentang inti inti masalah dari bangsa ini. Tentang keterpurukan bangsa ini. Tentang sebuah paradigma yang terlupakan bahwa mahasiswa dan pemerintah adalah bagian dari bangsa ini.

Ok, mungkin saya juga masuk dalam kategori ini. Dan terlalu naïf bila saya mengacuhkan hal di atas bahwa mahasiswa juga bagian dari masyarakat.

Apakah yang kita berikan terhadap rakyat???

Pencitraan negatif terhadap mahasiswa sudah sering bahkan membosankan muncul di media. Tak hanya disorot, bahkan mungkin diberi label negatif. Entahlah.

Bisakah kita memberikan citra positif sebagai mahasiswa??? Prestasi yang membanggakan sudah tentu masuk di dalamnya. Tapi, bukan ini yang ingin kupaparkan karena hal ini sudah jelas ingin kita raih.

Masih ingat dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi??? Pendidikan, penelitian dan pengabdian ke masyarakat. Dan mahasiswa adalah subjek sekaligus objek di bagian terakhir, pengabdian ke masyarakat.

Tak perlu banyak suara, cukup dengan berjalan sesuai koridor peraturan sudah cukup membuat bangsa tersenyum. Kita bersuara lantang untuk menghabisi koruptor, namun ternyata kita korupsi waktu dengan terlambat ke kelas. Kita berkoar koar untuk menuju pemerintah yang bersih, namun kita justru mengotori diri dengan bermain main saat kuliah. Entahlah, mungkin cukup idealis, tapi tak ada bukti empiris.

Sudah banyak diskusi berjamuran, Mengenai pergerakan kita, Mengenai nasib rakyat. Mengenai kebijakan kebijakan dan lainnya. Bahkan kita telah bisa menemukan pokok masalah tersebut tanpa harus bersinggungan dengan lingkaran setan inti masalah.

Tapi, terlalu banyak wacana mengenai solusi. Tanpa ada solusi yang detail dan riil. Yup, solusi yang riil dan detail. Itu yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Cukup dengan contoh kecil, kita diakui sebagai mahasiswa. Dengan sebuah gerakan kita diakui sebagai bangsa yang besar.

Hidup rakyat, Hidup mahasiswa

31 Mei 2011, 9.50 PM
Di bawah sebuah bangunan yang bernama Lab Fisika Dasar...

Minggu, 23 Oktober 2011

Jangan Jadi Monyet

Ahhhh, lama gak nge-blog. ok deh. baca aja. semoga bermanfaat :)

(Nasyid latar: Suci Sekeping Hati, Saujana)

Alkisah, pada suatu masa hidup seekor monyet. Monyet ini dikisahkan sebagai monyet yang sakti (mungkin kera sakti Sun Go Kong dari Gunung Hua Ko, hehehe). Nah, monyet tersebut berkeliling hutan, terus menemukan suatu pohon kelapa. Melihat buah yg cukup ranum, manjat lah monyet tersebut dan karena kesaktiannya, monyet tersebut sudah sampai di atas. Sejurus kemudian, muncul 3 bencana alam; angin bohorok (tahu khan???), tsunami, dan gunung meletus (nah loh, kok kayak di Indonesia, berarti bukan Sun Go Kong, tapi Hanoman atau monyet di Bantimurung). Monyet takut juga, sembari memeluk bantal guling, eh, maksudnya batang pohon kelapa si monyet keluarkan jurus dan ciaatttttttttttttt, angin bohorok lewat begitu saja. Kemudian tsunami datang, dengan kecepatan 120 km/jam dan ketinggian hampir 10 meter menghantam pohon tadi dan si monyet tetap dalam keadaan memeluk batang pohon (tapi sudah bersih, khan mandi pake air tsunami, segerrrrrrrrrr). Kali ini giliran awan sulfatar dari gunung meletus. Wedhus gembelnya mulai menyerang. Gunungnya mungkin perisai, tipe letusannya plinian, wow, teringat letusan Gunung Krakatau 1882. Awan abu vulkanik, bom dan batuan piroklastik mulai keluar dan menghampiri pohon kelapa. Ajaib, sang monyet tetap pada posisinya dan mulai PW (posisi wuenak tenan) di pohon ini. Karena tak ada rintangan lagi, sang monyet mulai memetik buah kelapa. Saat buah hampir terlepas, datang AC (angin cepoi cepoi) menghadang. Dan karena tangan si monyet ada di buah kelapa, bukan di pohon kelapa, si monyet pun terjatuh dan ditemukan dalam posisi menggenaskan.

...............................................

Ikhwahtifillah, begitulah dunia ini. Jalan dakwah tidak pernah lepas dari rintangan. Pepatah melayu mengatakan, “Jalan menuju neraka bertabur emas dan berlian. Jalan menuju surga bertabur onak dan duri.”. Begitu berat jalan dakwah ini, sampai sampai seorang ustadz menyebutkan bila dakwah ini mulus mulus saja berarti ada yang salah dari dakwah ini.
Saat ini, ada suatu hal yang perlu diperhatikan dari ujian dan cobaan saat meniti jalan ke surga ini. Ujian bukan hanya kesengsaraan, kesusahan, kelaparan dan segala hal yang menyiksa diri ini, tapi juga termasuk hal hal yang menyenangkan sehingga melenakan diri ini untuk datang bersimpuh dihadapan-Nya.
Saat menghadapi kesempitan, luar biasa tangguhnya. Saat cobaan datang silih berganti menghantam tubuh lunglai ini, masih bisa tersenyum seraya berdoa kepada-Nya. Seperti raja monyet dalam cerita diatas yang saat hantaman angin bohorok, tsunami dan abu vulkanik gunung meletus sang monyet tetap tangguh. Namun saat buah dari proses ini akan segera diraih, terkadang kita mulai dilenakan dengan kesenangan dan hal hal yang membuat hati ini terasa hanyut sehingga menjauh dari-Nya.
Ikhwatifillah, masih ingatkah kita tentang kekhawatiran Rasulullah terhadap umatnya. Beliau mengkhawatirkan sampai sampai dipenghujung hayatnya masih terus bergumam, “ummatii, ummatii, ummatii”. Apa yang beliau khawatirkan? Penyakit hati Al-Wahn yang mulai menyerang umat manusia dalam bentuk kecintaannya pada dunia yang mengakibatkan ketakutannya pada gerbang kehidupan yang abadi, kematian.

Mari sejenak membaca syair dari nasyid yang dibawakan oleh Saujana: Suci Sekeping Hati

Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang

Tapi jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa

Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap

Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan ditengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba


Jalan ini masih sangat panjang untuk dilalui. Saat bertransformasi dari ke arah lebih baik. Tak perlu menggunakan transformasi Laplacean atau transformasi yang tak kalah masyhurnya dalam dunia per-fismat-an (fismat: fisika matematika, salah satu mata kuliah yang mendebarkan tapi unik yang ada) yaitu tak lain dan tak bukan adalah transformasi Fourier. Tapi gunakan transformasi untuk menuju pribadi yang tangguh dalam menghadapi ujian dalam bentuk kesusahan maupun kesenangan. Jangan jadi monyet. Karena kita adalah manusia yang diberi segala nikmat-Nya dalam meniti jalan ini. Keep hamasah ikhwah!!!

Wallahu a’lam bisshawab

NB: silakan dikritik, maklum masih belajar menulis. Inspirasi dari tulisan ini berasal dari film yang entah sudah berapa kali kuulang, film “Sang Murabbi”.


Di sebuah titik di Kota Daeng, 28 Juni 2011, 11:31 PM
Saat mata belum terpejam, namun aliran untuk menulis cukup deras . . .

Selasa, 22 Februari 2011

Surat dari Seorang Putri . . .

Salam damai rakyat Indonesia,

Perkenalkan saya Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari, putri Bapak Nurdin Halid yang belakangan ini sedang diributkan oleh orang-orang. Saya satu-satunya putri dari enam bersaudara anak pasangan Nurdin Halid dan Andi Nurbani. Dari susunan keluarga ini saja saya sudah bisa melihat bahwa ayah saya orang hebat. Gen laki-laki sangat kuat. Kentara sekali gen orang Bugis dengan karakter lelaki yang kuat. Ya, ayah yang dilahirkan di Watampone pada 17 November 1958 memang dari keluarga Bugis.


Saya sengaja menulis surat ini lantaran ayah terus menerus dihujat. Masyarakat tampaknya termakan berita-berita di televisi maupun surat kabar. Sebenarnya, kalau mau fakta yang sesungguhnya, ada baiknya melihat tayangan tvOne dan ANTV, atau baca vivanews.com. Ketiga media ini menyuguhkan berita-berita independen tanpa prasangka. Sementara media lain lebih berat untuk menjatuhkan ayah saya. Menurut saya ini bukan lantaran ketiga media itu milik keluarga Aburizal Bakrie, senior ayah saya di Golkar, tetapi media itu ditangani orang-orang profesional macam Karni Ilyas, maupun Uni Lubis


Sesungguhnya, tak benar jika ayah serakah kekuasaan. Ayah saya sekadar bumper dari orang-orang lain. Kisruh calon ketua PSSI bukan lantaran ulah ayah saya, tetapi kerja tim verifikasi. Lalu, kenapa ayah saya yang dihujat? Ini kolektif PSSI bukan Nurdin Halid!


Buat apa ayah saya cari kekuasaan di PSSI? Toh sebagai pengusaha, ayah saya sudah kaya. Saya bangga punya ayah Nurdin Halid. Ia bertanggungjawab kepada keluarga. Ada hal berkesan darinya saat saya nikah tahun lalu. Ayah sungguh-sungguh memperhatikan kepentinganku. Aku bisa pesta di hotel mewah di Makassar, Hotel Clarion. Di ballroom pula! Pesta berlangsung meriah dengan balutan "kemegahan". Ayah orang hebat, terbukti 8.000 orang undangan hadir di pesta pernikahanku.


Kata omku, Kadir Halid, khusus pesta pernikahan di Makassar menelan biaya Rp 1,5 miliar-Rp 1,8 miliar. Total biaya tiga acara, Jakarta, Makassar, dan Sinjai konon menghabiskan Rp 5 miliar. Untuk menghibur tetamu, keluarga juga menghadirkan artis ternama Tanah Air, duet Anang dan Syahrini. Mereka yang hadir di antara tamu very important (VIP) di antaranya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo beserta istri Ayunsri Harahap yang memboyong belasan kepala dinas dan kepala biro di lingkup pemerintah provinsi (pemprov). Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh beserta istri, mantan Gubernur Sulsel Amin Syam beserta istri, serta mayoritas bupati di daerah ini juga hadir. Mereka di antaranya Bupati Soppeng Andi Soetomo, Bupati Takalar Ibrahim Rewa, Bupati Jeneponto Andi Radjamilo, Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati Lutim Hatta Marakarma, pimpinan dan anggota DPRD, serta politisi di Sulawesi ini.


Jadi, kalau ayah saya sebagai koruptor, jelas tak ada yang mau hadir dalam pesta perkawinanku. Mana ada lelaki yang mau sama putri seorang koruptor. Malah aku bisa dipersunting keluarga biru, Andi Seto Gadhysta Asapa, putra seorang politisi terkenal Rudiyanto Asapa. Coba, seorang politisi tentu enggan berbesanan dengan koruptor.


Mertuaku tahu, Nurdin Halid bukanlah koruptor. Ketika ayah menjadi direktur Inkud, ia rela ditahan karena memuluskan impor minyak goreng. Padahal ayah membantu para pejabat agar memperoleh bagian dari impor itu. Ayah rela pasang badan di bui demi pertemanan dengan yang lain. Begitupun saat dituduh korupsi cengkeh, ayah saya hanya menjalani jual-beli!. Lalu ada lagi ribut-ribut ayah saya korupsi di PSSI, walah musykil itu. Tak ada uang dari Persisam. Tak ada uang terkait cek perjalanan Miranda Gultom. Ayah saya orang bersih, tetapi iklhlas untuk jadi bumper teman-temannya.


Ayah saya bertanggung-jawab dengan nama Nurdin Halid yang berarti "cahaya agama yang kekal". Setiap jengkap langkah ayah senantiasa berpayung agama. Maka, ayah pun mementingkan naik haji. Ayah ingin berjalan di jalur Tuhan, bukan syetan yang punya nafsu serakah. Rasanya, rakyat Indonesia keliru menilai ayah saya. Justru saya yang tahu persis, ayah saya orang bersih yang hebat. Sebab, kalau ayah buruk hati pasti ditinggalkan teman-temannya. Sampai sekarang, termasuk di PSSI, orang masih setia kepada ayah. Lihat Om Nugraha Besus. Lihat Om Nirwan Bakrie. Mereka loyal terhadap ayah, karena Nurdin Halid memang cahaya agama.


Mudah-mudahan surat terbuka saya ini menjadi pencerah bagi saudara-saudaraku yang terperangkap gelap. Ayah saya datang membawa cahaya buat saudara-saudara rakyat Indonesia. Terimakasih.


Saya yang membanggakan ayah,
Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari

dapat juga dilihat di sini

Senin, 14 Februari 2011

Pematang versi baru

saat semangat bernasyid cukup tinggi di SMA, kami pun membuat sebuah tim nasyid mengikuti kanda kanda yg katanya setiap angkatan punya tim nasyid. n nasyid yg paling sering dibawakan adalah Pematang dari Gradasi:



Di pematang kutatap bulan

Langit cerah cemerlang

Bertabur penuh bintang

Riangkan hati insan




Di pematang ku menerawang

tentang sebutir harapan

yang telah aku tanam

Di tanah kelahiran



Reff:

Butir padi keemasan

Tersapu angin melambai

Seakan membawa pesan

Tentang arti kesetiaan



Akan sebuah kerja panjang

Jalannya semakin terbentang

Membawa cahaya terang

Membangun desaku tersayang



mungkin ada yg masih ingat, sewaktu latihan sering diganti liriknya dengan lirik tak jelas. n baru baru ini muncul lah lirik seperti ini



Di pematang kutatap ular.

Langit cerah cemerlang.

Bertabur penuh rendang.

Riangkan hati ikhsan...



di pematang kutatap rendang

kuah cerah cemerlang

bertabur penuh bawang

...riangkan hati insan . . .



dipemanas, kumenerawang,

Sedang ingin makan.

Yg tlah aku tahan.

Diwaktu kelahiran...



Butir padi kehijauan

belum siap tuk di panen

tak jadi masalah

sekarang ada mi instan



nilai sendiri mi deh

selengkapnya dapat dilihat disini

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150096805559323

Sabtu, 09 Oktober 2010

abjad Rusia

Rusia, sebuah negara yang besar karena ideologinya. Sebuah negara pernah menjadi bagian dari Uni Sovyet. Kita pasti sudah tahu bahwa disana mengenal dua abjad, yaitu latin dan sirilik. Bahasa Rusia umumnya ditulis dengan menggunakan abjad Sirilik (кириллица, kirillitsa), yaitu sistem abjad yang ditemukan oleh St. Cyril & Methodius, dua misionaris Kristen dari Yunani pada abad 9 yang menerjemahkan kitab agama Kristen ke dalam bahasa Slavia Kuno. Saat ini, abjad Sirilik yang dipakai di Rusia telah dimodifikasi sedemikian rupa ini terdiri atas 11 huruf vokal, 20 huruf konsonan, dan 2 tanda lunak & keras. Ngerti gak??? Sehingga total seluruhnya ada 33 huruf. Dikarenakan banyaknya bunyi huruf dalam bahasa Rusia, menjadikan bahasa Rusia sangat melodis. Bisa nyanyi kali ya??? Disinilah keunikan bahasa Rusia bila dibandingkan bahasa bahasa lainnya.



Salam - Приветствия /privietstviya/
Здравствуйте! /zdrastuiche/ - Halo! (diwaktu apapun, bentuk hormat)

Доброе утро /dabroi utra/ - selamat pagi - (pukul 00.00 - 12.00)
Добрый день /dobriy jyen/ - selamat siang - (pukul 12.00 - 18.00)
Добрый вечер /dobriy vyechir / - selamat malam - (pukul 18.00 - 00.00)
Привет /privyet/ - Halo! - (biasa)
Как поживаете? /kak pazhivayecheh/ - Apa kabar? - (sopan)
Как поживаешь? /kak pazhivayesh/ - Apa kabar? - (biasa)
Прекрасно. А ты? /prikrasna, a ti/ - Baik. dan kamu? - (biasa)
Рад тебя видеть /rat tibya vijyech/ - senang bertemu dengan anda - (biasa, pembicara pria)
Рада тебя видеть /rada tibya vijyech/ - senang bertemu dengan anda - (biasa, pembicara wanita)
Рад Вас видеть /rat vas vijyech/ - senang bertemu dengan anda - (hormat, pembicara pria)
Рада Вас видеть /rada vas vijyech/ - senang bertemu dengan anda - (hormat, pembicara wanita)
Я тоже рад Вас видеть /ya tozhe rat vas vijyech/ - senang bertemu dengan anda juga - (hormat, pembicara pria)
Я тоже рада Вас видеть /ya tozhe rada vas vijyech/ - senang bertemu dengan anda juga - (hormat, pembicara wanita)
Что нового? /shto novawa/ - Ada sesuatu yang baru?
Как дела? /kak jyela/ - Apa kabar? - (sopan)
Как у Вас дела? /kak u was jyela/ - Apa kabar - (hormat)
Спасибо, хорошо /spasiba, harasho/ - Baik, terimakasih
А у Вас? /a u was/ – Dan, bagaimana kabar anda? - (hormat)
Так себе /tak sibye/ - begitulah
Как обычно /kak abweichna/ – seperti biasa
Неплохо /nyeuploha/ - tidak terlalu buruk
Плохо /ploha/ - buruk
Perkenalan – Знакомство /znakomstwa/
Как вас зовут? /kak was zavut/ - Siapa nama anda? (hormat)
Как тебя зовут? /kak tibya zavut/ - Siapa nama kamu? (biasa)
Меня зовут... /minya zavut/ - Nama saya...
Вы знакомы с...? /vwi znakomweu s.../ - apakah kamu kenal.... ? (hormat) Разрешите познакомить вас с моим мужем | с моей женой... /razreshiche paznakomich was smayim muzheum | smayey zheneuy/ - ijinkan saya memperkenalkan anda dengan suami saya | istri saya.
Очень приятно /ochyen priyatna/ - senang bertemu anda
Я из Индонезии /ya iz indanyezii/ - saya dari Indonesia
Perpisahan – Прощание /proschaniye/
Боюсь, что мне пора /boyus, shto mnye para/ - Tampaknya, saya harus beranjak sekarang
До свидания! /da svidaniya/ - selamat tinggal (hormat)
Пока! /paka/ - dadah (biasa)
До скорого! – /da skorawa/ - sampai bertemu (biasa)
Спокойной ночи - /spakoyneuy nochi/ - selamat tidur
Увидимся /uvijimsia/ - sampai bertemu
До скорой встречи /da skoreuy wstrechi/ - sampai ketemu lagi
До вечера /da vyechira/ - Sampai nanti malam
До завтра /da zavtra/ - Sampai besok
Всего наилучшего! /vsiwo nailuchsiwo/ - Semua yang terbaik!
Передавай привет Тане /piridavay privyet Tanye/ - Sampaikan salam saya pada Tanya (biasa)



sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Rusia

Minggu, 29 Agustus 2010

Makna Kemerdekaan

Maaf nih, sudah sangat terlambat klo harus bilang selamat hari kemerdekaan. tapi, ya, memang kita harus bersyukur atas kemerdekaan negeri kita ini.
and, this time, i want to tell you about something. i hope its can change your mindset about independence. selamat membaca

Suatu ketika, saat lagi OL lewat FB, muncul sebuah status dari seorang teman yg mengundang sebuah sindiran. Kira kira gini: yang mana lebih gampang ditemukan dan lebih banyak, hal yang membanggakan dari Indonesia ataw prestasi buruk dari negeri ini???
Sebuah pertanyaan sederhana namun cukup mengkritisi bagi sebagian orang. Terkadang, dan mungkin lebih banyak, yang akan menjawab dengan jawaban: prestasi buruk Indonesia. Yakin saja, orang yang menjawab ini pasti sering menyaksikan siaran tv yg mengupas tuntas system politik hingga tingkat kriminalitas negeri ini yang anehnya justru banyak dilakukan oleh orang orang berdasi.
Suatu ketika, saya diundang untuk menghadiri sebuah ifthor jama’I atw buka puasa bersama yang akan diisi diskusi dengan salah seorang ketum pusat sebuah organisasi kemahasiswaan (baca: KAMMI). Pertanyaan yang sama dengan pertanyaan tadi. Uniknya akh Rijal, begitu beliau disapa, justru menjelaskan latar belakangnya yang sering mencatat keburukan negeri ini sampai beliau terpaku pada sebuah system yang ada di negeri ini. Sistem Konstitusi.
Yup, ternyata, menurut beliau, Indonesia adalah satu satunya negara dengan dasar negara terjelas di dunia. Pancasila sangat universal dan sangat mudah untuk dijabarkan dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Bahkan, menurut beliau lagi, Pancasila sangat Islami. Beliau lalu menjelaskan sebuah hadist yang menerangkan tentang Indonesia (antara percaya & tidak sih, ada hadits yg menyebutkan negara dengan penduduk muslim terbesar ini).
Dan hari ini, saya membaca sebuah buku berjudul “Jangan kuliah klo gak sukses” karya akh Setia Furqon Kholid (jazakallah atas bimbingan yang singkatnya, akhi). Dalam sepenggal tulisan dalam buku tersebut terdapat tulisan perbedaan antara orang bermental miskin dan bermental kaya. Klo orang bermental kaya akan bertanya “nanti gimana…”, klo orang bermental miskin “gimana nanti…”. Awalnya butuh pemikiran panjang untuk berpikir apa beda dari kedua frasa di atas. Hingga ternyata…
Ada perbedaan mendasar dari 2 frasa di atas. “nanti gimana” menunjukkan bahwa kita akan memikirkan peluang peluang yang memungkinkan untuk di jadikan suatu kesuksesan. Menunjukan betapa kita memiliki visi besar dan panjang untuk masa depan yang cerah. Ingat, sebuah pekerjaan tanpa perencanaan adalah merencanakan untuk gagal. Sebaliknya, “gimana nanti” menunjukkan keputusasaan kita atas ancaman dan hambatan yang memungkinkan untuk menghambat kesuksesan kita. Buntut dari keputusasaan ini tak lain dan tak bukan adalah diam ditempat dan tak mengembangkan diri. Ini bukan watak Indonesia.
Berpikir mengenai sebuah peluang berarti telah merencanakan hal hal yang dapat ditindak lanjuti dari peluang tersebut. Yang lebih menarik, berpikir mengenai visi akan menambah semangat dan optimis pada orang tersebut. Bayangkan bila hal ini terjadi pada sebuah bangsa…
Keputusasan akan sesuatu atas suatu ancaman dan hambatan dalam mengarungi sebuah misi dalam perjalanan sebuah visi akan menurunkan cara pikir kita tentang keberhasilan usaha kita. Menariknya, ini akan menurunkan semangat kita bahkan menghidupkan rasa pesimis di kalangan para penganut teori ini. Bayangkan bila hal ini terjadi pada sebuah bangsa…
So, yang mana lebih gampang ditemukan dan lebih banyak, hal yang membanggakan dari Indonesia ataw prestasi buruk dari negeri ini???

Selasa, 13 Juli 2010

Islam Terbukti Benar

- ISLAM TERBUKTI BENAR -
FREE DOWNLOAD BUKU DIALOG KETUHANAN - Indonesian and Malaysian Vesion

Best Seller Book since 1971
Dialog Ketuhanan Jesus, Penulis: Alm. KH. Bahaudin Mudhary
Available now in Indonesian and Malaysian Version
This book has translate to many other language also
Hopefully other version will coming soon
FREE DOWNLOAD HERE IN PDF FORMAT INDONESIAN VERSION, please click/ copy paste link here:

http://hotfile.com/dl/52823282/408a56e/DIALOG_KETUHANAN_YESUS_-_INDONESIAN_VERSION.zip.html


FREE DOWNLOAD HERE IN PDF FORMAT INDONESIAN VERSION, please click/ copy paste link here:

http://hotfile.com/dl/52799761/c10e30a/DIALOG_KETUHANAN_JESUS_-_MALAYSIAN_VERSION.zip.html


This format also support for mobile phone which installed "pdf reader"

for group facebook:Islam terbukti benar

Sabtu, 10 Juli 2010

Fakta (lain) ttg Gempa Bumi

1. Lempeng Bumi
Bagian dasar bumi memiliki suatu hamparan yang disebut sebagai lempeng bumi. Lempeng bumi inilah yang menjadi dasar dari suatu benua atau beberapa benua. Di bumi ada beberapa lempeng bumi. Pada tepi lempeng bumi dengan lempeng bumi terjadi gesekan akibat bergeraknya lempeng bumi ini. Teori mengenai bergeraknya lempeng bumi merupaka teori awal yang mampu menjelaskan mengenai banyaknya persamaan diantara berbagai benua yang ada. Teori itu mengatakan bahwa awalnya semua benua itu bersatu dan disebut Pangea. Pecahnya benua tersebut menjadi benua yang ada sekarang diakibatkan oleh pergerakan lempeng tersebut. Ada dua hal dari teori ini yang sebelumnya telah dipaparkan jelas oleh Al-Qur’an yaitu (lempeng) bumi merupakan hamparan dan (lempeng) bumi senantiasa bergerak terus menerus.
QS An-Naba : 6
QS An-Naml : 88

2. Pencegah gempa bumi
Pertemuan lempeng tektonik sedianya akan disatukan agar tidak selalu melepaskan energi dalam bentuk gempa. Analoginya untuk menyatukan dua buah papan dibutuhkan minimal satu paku untuk merapatkan keduanya dalam bentuk tumpah tindih. Oleh karena itu diciptakan suatu gunung sebagai bentuk “paku” tadi. Hal ini telah jelas dalam QS An-Naba ayat 7


3. Lempeng bumi yang berkurang
Lempeng bumi yang saling bertabrakan di suatu daerah yang dikenal sebagai daerah subduksi membuat satu lempengan naik ke atas (bila di darat disebut gunung yang berpotensi untuk menyebabkan gempa dan bila di laut berpotensi untuk menimbulkan tsunami) dan satu lempeng turun ke bawah. Ujung lempeng bumi yang turun ke bawah akan memasuki inti bumi yang cair dan panas. Ujung lempeng tersebut akan meleleh termakan lingkungannya. Hal ini telah dipaparkan lebih jauh pada QS Ar-Ra’d ayat 41

didasari dari
- As Shouwy, Ahmad et al. 1995. Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang Iptek. Gema Insani Press. Jakarta.
- Baiquni, Achmad. 1996. Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman. Dana Bhakti Prima Yasa. Yogyakarta.
- Musthafa. 1982. Alam Semesta dan Kehancurannya Menurut Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Alam. Almaa’arif. Bandung.

Sebab Gempa Bumi

Sebab sebab terjadinya gempa dapat dituliskan sebagai berikut:
1. Gunung meletus. Apabila ada gunung meletus daerah sekitarnya akan merasakan gempa walaupun tidak selalu saat ada gunung meletus adagempa bumi.
2. Naik turunnya suhu dalam bumi pada tempat tempat yang tidak rata. Perbedaan suhu akan mengakibatkan berpindahnya energi ke suatu daerah. Terakumulasinya energi tersebut mengakibatkanya tinggi tekanan pada tempat itu. Bentuk pelepasan energi itu lah yang disebut gempa.
3. Batuan dalam perut bumi runtuh. Logikanya, saat pondasi runtuh, bangunan akan bergetar.
4. Lain lain. Yang dimaksud lain lain disini dapat dilihat pada QS Al-Infithar : 3 – 5

Fakta ttg Gempa Bumi

Gempa bumi adalah suatu getaran di permukaan bumi yang diakibatkan oleh gesekan lempeng bumi (tektonik) atau letusan gunung api (vulkanik). Para ahli gempa telah mengamati gempa bumi di berbagai belahan dunia. Dalam suatu majalah Scientific American, terbitan September 1950 menuliskan:
“tetapi periode kegiatan berangsur angsur menjadi lebih pendek dan lebih dekat. Sejak tahun 1948 pola itu menginjak fase baru, sehingga rata rata ada satu gempa bumi untuk setiap tahunnya”.
Perhatikan data berikut ini:
- Tahun 1915 di Avezzeno, Italia, menewaskan sekitar 29.970 jiwa.
- Tahun 1920 di Cina, menewaskan 180.000 jiwa.
- Masih pada tahun yang sama di Tokyo – Yokohama, Jepang menewaskan 143.000 jiwa.
- Tahun 1935 di India, menewaskan 60.000 jiwa.
- Tahun 1960-an ke atas, terjadi gempa di Iran, Chili, Maroko, Yugoslavia, Prancis, Venezuela, Sicilia, Turki, Indonesia dan di beberapa tempat lain.
- Tahun 1976 terjadi puluhan gempa bumi, tercatat 18 diantaranya mencapai 7 Skala Richter (SR) ke atas.
- Tanggal 28 Juli 1976 di Tangshan, 160 km sebelah timur Peking, RRC dengan korban sekitar 3.250.000 jiwa termasuk meninggal dan luka luka. Beberapa hari setelah itu, terjadi gempa kembali dengan kekuatan 6 - 6,2 SR.
- Masih di tahun yang sama, di Filipina selatan, terjadi pula gempa dengan korban 5000 jiwa.
- Tahun 1977 terjadi puluhan gempa, 14 diantaranya berukuran 7 SR ke atas, terjadi di Iran, Argentina, Indonesia, Cina dan lain lain.
- Tahun 1977 di Rumania gempa dengan korban tewas 4000 jiwa dan 80.000 jiwa luka luka.
- Tahun 1977 di Nusa Tenggara Timur, gempa terjadi dengan kekuatan lebih dari 8 SR berpusat di laut, 150 km selatan pulau Lombok dan Sumbawa.
- Tahun 14 Januari 1978 di Jepang terjadi gempa “pembuka”. Juni 1978 terjadi di Tokyo, lebih dari 21 korban tewas dan lebih dari 400 orang luka luka. Gempa terbesar dunia pada tahun itu.
- September 1978 di Iran dengan menewaskan 15.000 jiwa.
- 16 Januari 1979 di Iran dengan kekuatan 7 SR. Pada tahun yang sama terjadi pula di Bulgaria dan Albania.
- Mei 1979 di Lombok, Indonesia terjadi tiga kali gempa. Korban pada gempa terakhir 20 jiwa.
- Dan masih banyak lagi.

Dari fakta di atas jelaslah bahwa gempa bumi akan terjadi setiap tahunnya. Bayangkan apa yang terjadi saat kiamat nanti. Jelaslah gempa terjadi deimana mana dengan kekuatan yang lebih besar lagi. Allah telah berjanji:
- QS Al-Hajj : 1 - 2
- QS Qaf : 44
- QS Al – Waqi’ah : 1 – 7
- QS Al-Mulk : 16
- QS Al-Muzammil : 14
- QS Al-Insyiqaq : 3 – 4
- QS Al-Fajr : 21
- QS Az-Zalzalah : 1 – 4

didasari oleh:
- As Shouwy, Ahmad et al. 1995. Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang Iptek. Gema Insani Press. Jakarta.
- Baiquni, Achmad. 1996. Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman. Dana Bhakti Prima Yasa. Yogyakarta.
- Musthafa. 1982. Alam Semesta dan Kehancurannya Menurut Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan Alam. Almaa’arif. Bandung.