Powered By Blogger

Minggu, 13 September 2009

Maba itu...

ini adalah tahun pertama sebagai maba. maka, saya "sedikit" membuat penelitian terhadap beberapa maba mengenai pendapat mereka terhadap "kehidupan" mereka sekarang.

arya yuda prawira tahun 2009 adalah tahun dimana aku telah benar-benar merasa dewasa, tahun ini aku aku telah lulus dari masa yang dimana menurutku adalah masa yang paling indah...SMA..penuh kenangan. tapi aku bangga sekarang telah menjadi mahasiswa dimana kita sudah tidak lagi dianggap remeh. aku bangga menjadi mahasiswa.

eno_chan93 jadi maba...ukh seru...ketemu teman baru, lingkungan baru,pengalaman baru...terus ketemu si sepatu ijo...tapi ada capeknya juga, tegangnya juga ada..kayak nano-nano...masyitharetno.blogspot.com

vaizal jie,,,
saya adlah orang ganteng...
he...
hee..
heee

iwan 099
maba adalah kata2 yang paling melekat pada seseorang yang baru masuk kuliah.... di mana hal ini yang paling menegangkan seumur hidup...

Kamis, 13 Agustus 2009

tak berjudul

Tak ada yang tahu persis
siapa yang menjunjung langit
siapa yang menapak bumi

Tak ada yang tahu persis
dimana sang mawar akan mekar
dimana daun jati kan meranggas

Tak ada yang tahu persis
kapan sang maut menjemput
kapan sangkakala kan meraung

Rabu, 12 Agustus 2009

monolog malam

selimut malam telah terhampar
sang pangeran kegelapan telah tampakkan dirinya
lautan kapuk kan jadi saksi
bunga tidur jutaan manusia

tapi sadarkah kita
akan kerikil kerikil waktu yang ada
yang masih berdesakan
untuk menggenggam sesuatu
sebagai pengasah esok pagi

atau hanya sang rembulan
yang masih tersenyum pada mereka
atau sang pangeran kegelapan
yang terus teriakkan
keagungan Tuhan

SMA berlalu, kuliah menghadang

Beberapa saat lalu kita masih mendengar hebohnya para siswa yang telah menyelesaikan satu episode hidup mereka di sebuah SMA. masih dalam benak kita, mereka berteriak heboh lagi ketika mereka dinyatakan lulus masuk ke sebuah perguruan tinggi setelah melalui beberapa tahapan tes.
Inti dari tulisan kali ini adalah bagaimana kita berubah, dari SMA menuju kuliah. terlalu banyak hal yang kita belum tahu apa yang akan kita hadapi. Dan itu semua harus kita lalui dengan beberapa perubahan. salah satunya adalah perubahan prilaku. prilaku anak SMA harus ditanggalkan segera sebelum kita masuk ke gerbang pergurun tinggi. Nyontek, bolos, tidur di kelas sudah harus berubah. entah apakah itu meninggalkan atau menambah kualitas kegiatan kita. ok, met mencoba dan met menjadi mahasiswa!

Sabtu, 13 Juni 2009

ahhhh.........
bete, komputer kena virus!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Sabtu, 23 Mei 2009

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

Saat ini sedang heboh hebohnya kasus kematian Nasruddin Zulkarnain, direktur PT. Rajawali Putra Banjaran yang melibatkan ketua KPK, Antasari Azhar. Menurut info yang tersebar, alasan pembunuhan adalah masalah cinta. Benar atau tidak kita tunggu saja hasil penyelidikan selanjutnya.
Cinta memang buta (kata sebagian orang), dan menurut sebagian orang lagi cinta bisa membuat orang berubah 180 derajat. Begitu pula yang terjadi pada beberapa personil OPOR yang terkenal alim, rajin shalat, pendiam dan lain-lain berubah menjadi...... Husss! kita tidak lagi gosipkan zy!
Ok, kembali ke masalah pembunuhan tadi. Pertama kali Al-Khawarizmi dengar, Al-Khawarizmi teringat pada sebuah pernyataan dari guru sejarah yang bernama Drs. Patta Toba. waktu itu beliau lagi ngajar mengenai proses jatuhnya orde baru yang konon kabarnya diakibatkan kegiatan KKN (bukan kuliah kerja nyata, tapi Kolusi, korupsi dan nepotisme, red) yang berkembang di pemerintahan kala itu. Masalahnya, apakah praktik KKN bisa dihilangkan dari kehidupan bangsa manusia. Tunggu dulu.
Ok, kita bahas pengertian satu persatu.
korupsi dapat mengacu pada pemakaian dana pemerintah untuk tujuan pribadi. Definisi ini tidak hanya menyangkut korupsi moneter yang konvensional, akan tetapi menyangkut pula korupsi politik dan administratif. Seorang administrator yang memanfaatkan kedudukannya untuk menguras pembayaran tidak resmi dari para investor (domestik maupun asing), memakai sumber pemerintah, kedudukan, martabat, status, atau kewenangannnya yang resmi, untuk keuntungan pribadi dapat pula dikategorikan melakukan tindak korupsi. Dikutip dari http://thamrin.wordpress.com/2006/07/18/definisi-korupsi/
Kolusi berasal dari bahasa Latin: collusio yang artinya persekongkolan untuk melakukan perbuatan tidak baik. Perbuatan tidak baik itu mungkin berupa delik (tindak pidana), mungkin juga tidak. Kolusi untuk berbohong bukanlah masuk dalam ruang lingkup hukum pidana. Berkolusi dalam arti yang sama dengan bersekongkol (samenspanning) bukanlah delik (tindak pidana) jika hanya dalam tahap sepakat saja tanpa pelaksanaan, kecuali dalam hal bermufakat untuk melakukan makar.
Oleh karena itu, istilah kolusi bukan istilah hukum. Jika orang berkolusi untuk korupsi dan telah dilaksanakan, berarti mereka melakukan bersama-sama kemudian diperiksa oleh pengadilan dan mendapat hukuman, maka yang dihukum bukan karena perbuatan kolusinya melainkan karena perbuatan korupsinya.
Begitu pula dengan istilah nepotisme, yang berasal dari kata Latin nepos, yang artinya cucu. Nepotisme dipakai sebagai istilah untuk menggambarkan perbuatan mengutamakan sanak keluarga sendiri walaupun dia tidak memenuhi syarat. Jadi, jika keluarga itu memang memenuhi syarat, maka tidaklah termasuk nepotisme dalam pengertian itu. Misalnya, John F Kennedy yang mengangkat saudara kandungnya, yaitu Robert Kennedy yang kebetulan adalah sarjana hukum dan ternyata mampu menjalankan tugas sebagai Jaksa Agung. Dikutip dari www.transparansi.or.id/majalah/edisi17/17berita_4.html
Nah, kembali ke pertanyaan awal, bisakah praktik KKN hilang dari kehidupan umat manusia?
guru sejarah, Drs. Patta Toba pernah berkomentar, "Kolusi dan Korupsi mungkin bisa hilang dari bumi ini jika sikap kejujuran, tranparansi, dan saling percaya dapat tumbuh subur di bumi ini. tapi untuk nepotisme saya pikir tidak akan bisa hilang dari kehidupan kita."
Mengapa bisa? kita ambil contoh, Anda adalah seorang direktur yang membutuhkan seorang tenaga ahli. Kemudian datang 2 pelamar yang salah satunya adalah keluarga Anda. Anda lihat kemampuan 2 pelamar ini sama bagusnya, sehingga Anda merasa kebingungan untuk memilih. Pertanyaanya siapakah yang Anda pilih?
Jelaslah Anda akan memilih keluarga Anda sendiri!
Itulah sebabnya nepotisme tidak akan hilang dari umat manusia.
bukankah pemerintah tidak membuat Komisi Pemberantasan Nepotisme?

catatan: Ayo, KPK, semangat! berantas semua Koruptor Koruptor di negeri ini! rakyat ada di belakangmu!

Rabu, 13 Mei 2009

POEM.....

Entah Apa Judulnya

Berjuta
Bahkan mungkin
Milyaran
Kapuk
Yang terhampar luas
Dalam sebuah ikatan
Di atas kelopak mataku

Sementara
Suara halilintar
Menggelegar di udara
Laksana
Vonis mati
Bagi
Pelaku teroris

Ratapan anak-anak
Raungan wong cilik
Dan
Alunan sendu wong licik
Hanya
Menjadi
Alunan simfoni
Pengantar Tidurku
Sedang aku
Yang terkapar
Di tempat ini
Hanya ingin
Merasakan
Nikmatnya
Tidur

Ok, puisi ini dibuat untuk menjawab perintah guru, waktu itu pelajaran bahasa Indonesia tugasnya buat puisi. Jadi deh kayak gini!


Untuk Seseorang Disana...

Waktu akan terus bergulir
Ikuti irama yang mengalun indah
dari alam semesta
yang tak pernah mengeluh
akan kehadiran kita

tahukah anda mengenai arti
riang dalam hidup ini
ia tak lain dan takbukan
adalah cerminan dari kita

karena kita terhubung oleh
ikatan yang tidak pernah putus
ruang dan waktu
akan menjadi pewarna hidup
namun ia jugakan jadi dimensi
awal dari sebuah persaudaraan

Yup, benar ni puisi dibuat khusus untuk seseorang disana, yang kebetulan lagi ultah. Berhubung Al-Khawarizmi tak punya ung untuk buat hadiah, jadi deh ni puisi sebagai hadiah. diterima ya!